C. TAHAPAN TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS
Terdapat 6 tahapan dalam proses penulisan rencana bisnis, yaitu :
1. Tahapan Persiapan
Tahap ini adalah proses evaluasi diri dan ide bisnis. Pada tahap ini, pikirkan segala kemungkinan yang membuat bisnis tersebut akan sukses atau tidak. Membangun sebuah bisnis berarti membutuhkan beberapa keahlian seperti manajerial, kemampuan mengenali pasar, teknik/kompentensi spesifik sesuai bidang bisnis, keuangan, dan visi jangka panjang untuk membuat usaha terus tumbuh dan sukses.
Tahap persiapan merupakan tahapan untuk membenahi konsep bisnis.
Beberapa pertanyaan yang bisa dipertanyakan tentang bisnis adalah:
• Apakah ide tersebut bisa dicapai?
• Adakah kebutuhan terhadap jasa/produk yang akan Anda tawarkan di masyarakat?
• Siapa saja perusahaan atau pengusaha yang sudah bergerak di bidang serupa, apakah pasar memungkinkan untuk membuat bisnis Anda bertumbuh?
• Produk/jasa apa yang akan Anda tawarkan?
• Keahlian apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan ide Anda ini?
• Apa yang unik dari bisnis Anda yang bisa diberikan di pasar?
• Seberapa besar kapasitas keuangan Anda untuk memulai usaha?
• Bagaimana Anda melindungi ide Anda ini?
Beberapa pertanyaan terkait analisa diri Anda:
• Mengapa Anda ingin berbisnis?
• Apa tujuan bisnis Anda dan apa hubungannya dengan tujuan pribadi Anda?
• Apa keahlian Anda?
• Seberapa besar pendapatan yang ingin Anda raih dari bisnis Anda ini?
• Apa saja keuntungan dan kerugian dari memulai usaha sendiri?
2. Proses Penulisan
Setelah melewati tahapan persiapan, artinya sudah memiliki berbagai materi dasar tentang ide bisnis yang siap untuk dituangkan dalam sebuah format rencana bisnis.
Saat menuliskan rencana bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:
• Penulisan yang ringkas akan memudahkan pembaca untuk memahami model yang Anda tawarkan. Penting menunjukkan sejak awal bagaimana usaha Anda itu bermanfaat dan menghasilkan keuntungan. Gunakan bahasa yang sederhana.
• Tuliskan hal yang spesifik. Dokumen rencana bisnis Anda harus mampu menunjukkan secara jelas dan rinci bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
• Tunjukkan bagaimana Anda memahami pasar: siapa target pelanggan Anda, bagaimana Anda berkomunikasi dengan mereka, siapa perusahaan lain yang sudah menjual produk/layanan serupa, dan siapa saja potensi mitra bisnis Anda.
• Penting untuk menampilkan bagaimana Anda memahami pengelolaan keuangan. Tunjukkan bagaimana Anda menghasilkan uang dan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang Anda dapatkan akan memampukan untuk menjaga kualitas usaha layanan/produk Anda dan juga memampukan usaha Anda memiliki pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan bermanfaat bagi banyak orang.
• Jangan lupakan tampilan rancangan rencana bisnis yang profesional, khususnya bila Anda membutuhkan suntikan dana dari luar. Buatlah rancangan tampilan yang mewakili karakter usaha Anda; memberikan kesan menarik, mudah dibaca, dan jelas target maupun tujuannya.
• Format rencana bisnis bervariasi tergantung untuk kebutuhan siapa. Format rencana bisnis yang lazim dipakai terdiri atas:
- Sampul Depan
- Ringkasan Eksekutif
- Profil Perusahaan
- Riset Pasar
- Produk/Jasa
- Marketing dan Sales
- Projeksi Keuangan
- Lampiran
3. Tahap Kajian
Pada tahap ini, perlu menyediakan waktu untuk mengkaji kembali apa yang sudah direncanakan dan dituliskan. Perencanaan bisnis adalah sebuah kegiatan yang berlangsung terus menerus dilakukan seiring dengan perubahan dan pertumbuhan bisnis dan juga mempertimbangkan situasi pasar industri yang digeluti. Kajian berulang akan membantu pebisnis
dalam meminimalkan kesalahan dan menjadi salah satu kompas dalam merespons dunia bisnis yang dinamis.
4. Tahapan Penyebaran
Dokumen rencana bisnis adalah cetak biru bagaimana bisnis akan berjalan dan kemana arah tujuan masa depan bisnis. Oleh karena itu, perlakukanlah rencana bisnis sebagai kekayaan intelektual. Dalam upaya menjaga persaingan bisnis yang adil, bisa dipahami dan disarankan pentingnya bagi pebisnis untuk lebih selektif kepada siapa menunjukkan dokumen rencana bisnis. Berkaitan dengan tahapan penyebaran dokumen rencana bisnis, beberapa cara yang perlu diperhatikan yaitu:
Apa manfaatnya menyebarluaskan dokumen rencana bisnis kepada pihak lain?
• Buatlah pernyataan tertulis (tertulis dalam dokumen dan juga lewat email) yang menyebutkan bahwa dokumen tersebut tidak dapat disirkulasikan pada pihak kedua, tanpa seijin pembuat/pebisnis.
• Dokumen yang disirkulasikan sebaiknya tidak memuat secara rinci informasi tentang bisnis tersebut kecuali ada kontrak kemitraan yang sudah disepakati bersama.
• Bila bisnis tersebut sesuatu yang inovatif, pebisnis bisa mengambil tindakan lebih jauh dengan mendaftarkan bisnis tersebut sebagai hak resmi kekayaan intelektual.
5. Tahapan Bantuan Teknik
Memiliki ide bisnis dan berusaha menyusun rencana bisnisnya merupakan langkah awal untuk mewujudkan bisnis. Namun selain semangat, pebisnis juga memerlukan pengetahuan tentang bisnis industri yang diminati. Dan juga membutuhkan
keahlian lain untuk mewujudkan rencana bisnis, termasuk keahlian menyusun rencana bisnis.
Sekarang ini acuan pustaka mengenai kiat menulis rencana bisnis dapat dengan mudah didapatkan lewat telusur di mesin pencari internet. Selain menelusuri laman internet, ada baiknya bila mempertajam pengetahuan dengan mengikuti seminar atau lokakarya, dan atau meminta bantuan jasa konsultasi dari mentor atau pembimbing bisnis yang berkompeten.
Contoh bantuan lain bisa diperoleh melalui jasa konsultasi yang memiliki keahlian dalam menulis rencana bisnis. Jasa konsultasi ini akan mendatangkan tim konsultan untuk mendengarkan, bertanya, dan kemudian menuliskan ide pebisnis menjadi sebuah dokumen rencana bisnis. Bila jalan ini yang akan ditempuh, maka peran pebisnis adalah mengkaji kembali rencana bisnis tersebut hingga mengerti dan yakin bahwa rencana bisnis yang disusun sudah sesuai dengan keinginan. Selanjutnya bersiaplah untuk menjalankan rencana bisnis dengan penuh percaya diri.
6. Tahapan Penyusunan
Saat ini kita dengan mudah dapat mengakses berbagai template format rencana bisnis di banyak laman. Berikut ini beberapa kiat sebelum memilih menggunakan template yang sesuai.
• Lakukan riset sebelumnya dan pilih template yang sesuai dengan situasi pebisnis
• Untuk siapa dokumen ini ditujukan
• Penulisan tidak perlu harus diikuti secara runut seperti yang tertulis dalam template; bisa dimulai dari mana saja yang bisa lebih dahulu dilakukan, dan yang relevan dengan bisnis
• Cari bantuan opini atau bahkan penyuntingan untuk hasil tulisan bila merasa belum merasa puas dengan tulisan dokumen rencana bisnis tersebut
• Pastikan menuliskan secara jelas antara angka estimasi atau aktual
• Tulis ringkasan di akhir penulisan
• Tampilan sampul depan yang profesional
• Biasakan lakukan kajian berulang
Komentar
Posting Komentar